Under Armour, Inc. didirikan pada tahun 1996 oleh Kevin Plank, yang memiliki visi untuk menciptakan pakaian berkinerja tinggi yang dapat membantu para atlet tampil lebih baik di lapangan. Plank, seorang mantan pemain sepak bola Amerika di University of Maryland, mengidentifikasi kebutuhan akan kaos yang dapat menyerap keringat dan menjaga tubuh tetap kering, berbeda dari pakaian katun tradisional yang tersedia saat itu. Gagasan mendasar inilah yang menginspirasi lahirnya Under Armour, dengan misi inti untuk menginspirasi para atlet untuk menjadi lebih baik dan memberi mereka produk yang membantu mereka mencapai performa terbaik. Fokus awal perusahaan adalah pada pakaian kompresi, yang merevolusi industri pakaian olahraga. Sejak didirikan, Under Armour telah membangun identitas merek yang kuat melalui komitmennya yang berkelanjutan terhadap inovasi dan kualitas, menjadikannya nama yang tepercaya bagi para atlet di seluruh dunia.
Under Armour menawarkan berbagai macam pakaian berkinerja, alas kaki, dan aksesori, yang dirancang untuk pria, wanita, dan anak-anak. Lini pakaian perusahaan hadir dalam berbagai jenis potongan, termasuk kompresi (yang mendukung otot dan meningkatkan rentang gerak), pas badan (yang menempel di tubuh tetapi menawarkan lebih banyak fleksibilitas), dan potongan longgar (yang memberikan kebebasan bergerak maksimal). Produk alas kakinya mencakup berbagai aplikasi, cocok untuk lari, latihan, bola basket, olahraga dengan sepatu khusus (seperti sepak bola Amerika dan sepak bola), pemulihan, dan kegiatan luar ruangan, serta penggunaan kasual. Perusahaan dikenal dengan teknologi inovatifnya seperti 'HeatGear' (untuk cuaca panas) dan 'ColdGear' (untuk cuaca dingin), yang membantu para atlet mempertahankan kenyamanan dan kinerja dalam berbagai kondisi cuaca. Selain itu, Under Armour juga menyediakan aksesori seperti sarung tangan, tas, penutup kepala, dan kaus kaki, serta terlibat dalam lisensi merek, langganan digital, periklanan, dan kegiatan bisnis digital lainnya.
Under Armour telah memantapkan dirinya sebagai pemain utama di pasar pakaian olahraga global. Perusahaan beroperasi di berbagai pasar di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat, Kanada, Eropa, Timur Tengah, Afrika, Asia-Pasifik, dan Amerika Latin. Perusahaan menjual produknya melalui berbagai saluran, termasuk mitra grosir (seperti jaringan toko perlengkapan olahraga nasional dan regional, pengecer independen dan khusus, jaringan department store) dan langsung ke konsumen (melalui toko ritel bermerek Under Armour, toko Factory House, dan situs web e-commerce). Perusahaan bertujuan untuk melayani semua atlet dan individu yang berkomitmen untuk meningkatkan kinerja fisik mereka, apa pun tingkat keahlian olahraga mereka. Ini menargetkan demografi yang luas, mulai dari atlet muda hingga profesional, dan penggemar kebugaran.
Ke depan, Under Armour berfokus pada inovasi, peningkatan penjualan langsung ke konsumen (DTC), dan perluasan jangkauan globalnya. Perusahaan berinvestasi dalam meningkatkan kemampuan digital dan membangun hubungan langsung dengan pelanggannya, memungkinkan pengalaman yang dipersonalisasi dan layanan pelanggan yang lebih baik. Under Armour bertujuan untuk memperkuat mereknya dan tetap menjadi kekuatan terdepan dalam industri pakaian olahraga, terus mengembangkan produk baru dan yang lebih baik untuk membantu para atlet mencapai tujuan mereka. Keberlanjutan dan tanggung jawab sosial juga merupakan aspek penting dari arah strategis perusahaan, karena berusaha untuk mengurangi dampak lingkungannya dan mendukung komunitas.